Hari ini gue sebel karena temen-temen gue main songpop berkurang (id gue: ayudia.kania). Kenapa bisa berkurang? gue di delete langsung oleh 2 orang jadi temen gue sekarang main songpop hanya 18 orang (full 20). Parahnya mereka berdua itu gue kenal, saat gue tanya kepada mereka kenapa mereka delete gue, katanya gue terlalu sering menang waktu main sama mereka dan mereka jarang sekali menang waktu main sama gue .-. Krik
Karena dasar kesebelan gue inilah gue akhirnya mau bagi-bagi tipikal gamers yang dibenci.
1. Cheaters
Orang macam ini adalah the most people yang paling dibenci di dunia per-game-an, kenapa? karena mereka bisa main dengan mudah sedangkan kita harus bersusah payah untuk mendapatkan seperti mereka. Bukan, gue gak iri sama mereka gue cuma sebel aja (kayaknya hari ini gue sensi banget, haha). Ingatlah bahwa bermain curang itu sebenarnya addalah perbuatan yang dosa dan dibenci oleh Tuhan #bijak
2. Yang Banyak Alasan Kalau Kalah
Nah orang macam gini juga tipikal orang nyebelin di dunia per-game-an. Mereka akan nyari beribu-ribu alasan biar lawan mainnya nganggep kesalahannya itu bukan pure salahnya dia. Kebanyakan yang suka main PS akan bilang "bukan itu bukan salah gue, itu joysticknya yang eror", kalau yang suka main game online pasti bilangnya "aduh itu tadi koneksi gue lemot makanya gue kalah", dan kalau yang suka main monopoli pasti bilang "aduh gue bingung, ini uang gue kebanyakan". Pfttt
3. Yang Suka Delete Lawan Main Kalau Kalah
Ini yang baru saja gue rasakan. Menurut gue ini adalah tipe orang yang sangat-sangat menyebalkan. Mereka kalau kita kalah mereka akan tertawa bahagia dan saat kita menang mereka yang akan lari dari kenyataan dan menghapus kita. Gak gentlemen banget.
Gini sob, setiap permainan itu pasti ada yang menang dan ada yang kalah. Gak mungkin kan harus pada menang semua? kalau iya mungkin itu hanya bisa-bisaan lo aja. Nah, kalau lo kalah jangan lari dari kenyataan, jangan didelete temennya atau cari berbagaimacam alasan. Kalau lo hari ini kalah, besok lo masih bisa menang, caranya? lo belajar dari kesalahan lo sebelumnya yang nyebabin lo kalah dan jangan mengulangi kesalahan lo itu lagi gue yakin lo pasti bisa menang. Buat yang menang, jangan suka ngejek-ngejek yang kalah :)
Sabtu, 22 Juni 2013
Rabu, 19 Juni 2013
She's Crying
Tangisnya pecah lagi kemarin dan itu tangis pertama yang gue
dengar setelah 5 bulan yang lalu, tangis yang biasanya keluar dari dia biasanya
penggambaran kalau saat itu dia benar-benar pada posisi not-fine. Dia temen gue
yang bernama Kal dan dia salah satu sahabat cewek terbaik gue. Kal sebenarnya
berada pada posisi yang menurut gue enak banget, dia dianugrahi kepintaran,
cantik, sikap yang baik namun sayang dia seorang yang agak tertutup jika
bersama dengan orang-orang yang tidak terlalu dekat dengannya. Gue mulai
mengenalnya semenjak duduk di bangku sekolah mengengah pertama, bukan dia bukan
anak yang satu sekolah sama gue kok, dia temen nongkrong gue.
Kemarin dia bercerita tentang dunianya, tentang apapun yang
menurut dia kenangan yang indah selama berada di Indonesia. Yap, sahabat gue
satu ini mau ngelanjutin kuliahnya diluar dan katanya sih gak balik tapi
entahlah gue gak tau tentang masa depan. Dia bercerita tentang Promnight yang
diadakan oleh sekolahnya, dia bercerita dia ditembak dengan dua orang temannya
diacara tersebut namun tak ada satupun yang diterimanya. Saat dia mulai
bercerita tentang keluarga dan seseorang yang dia cintai tangisnya
perlahan-lahan mulai turun (gue skype’an di facebook). Dia bercerita bahwa dia menyukai
seseorang yang dikenalnya satu bulan belakangan ini, Kal bilang orang tersebut
dapat membuatnya nyaman dan selalu tersenyum saat membaca chatnya. Tapi apa
daya Kal bilang perasaannya itu Cuma bertepuk sebelah tangan, orang yang
disukainya itu menyukai orang lain dan dia dengan sangat yakin bahwa orang itu
bukan dia padahal seseorang ini adalah alasan dari Kal selalu menolak orang
lain yang menyukainya. Gue sempat heran pertama-tamanya nih anak kenapa bisa
nangis gini, padahal sewaktu dia putus dengan mantannya dia tidak menangis.
Kadangkala seorang putri-pun juga bisa tidak mendapatkan apa
yang dia mau. Kita boleh berjuang mengejar apa yang kita inginkan tapi kita
harus berfikir realistis apakah yang kita inginkan tersebut dapat kita raih
atau tidak. Walau hati tidak bisa dipaksakan tapi hendaklah kita menghargai
perasaan orang lain yang mempunyai rasa pada kita, jangan menolak mereka secara
utuh. Karma does exist.
Langganan:
Postingan (Atom)