Senin, 02 September 2013

Untitled

Aku berlari menuju koridor waktu yang terus mengecil.
Mengejar bayangmu yang saat itu masih tersenyum manis dihadapanku.
Tapi semakin jauh aku mengejarmu, aku merasa jiwaku semakin hampa.
Aku menyadari tak ada tanda – tanda lagi kehadiranmu.

Tahukah kamu?
Aku masih ingin sekali lagi melihat senyum manismu.
Sekali lagi ingin tertawa bersamamu.
Sekali lagi ingin melakukan hal – hal konyol like we used to.

Kubuka jendela kamar pagi hari itu.
Aku merasakan matahari terlalu terik hingga panasnya menusuk jantungku.
Seperti beberapa waktu yang lalu saat kulihat engkau menggenggam tangan orang lain.
Layaknya aku merasakan langit akan runtuh saat itu juga.
Jangankan untuk melangkahkan kaki kearahmu dan bertanya
Untuk bernafas saja aku merasakan seketika oksigen tidak berada disekitarku.
Aku hanya terdiam mematung.

Kamu tak tahu jika aku menyukaimu.
Kamu tak tahu jika aku menyayangimu.
Kamu tak tahu jika aku mencintaimu.

Sekarang kita bagaikan dua kapal yang saling berpapasan.
Sama – sama mengetahui jika ada sesuatu di sekitarnya namun tak pernah saling menyapa.
Tapi aku tetap memendam rasa
Everything about you I just want more of.
But don’t get any closer.
Cause there’s nothing I can do to keep my heart away from you.
Cause everything about me leads right to you.

Kini, aku hanya bisa memandangmu dari balik tembok kaca sambil mendengarkan lagu Brian McKnight – One Last Cry. Betapa lucunya sebuah lagu bisa menggambarkan rasa sakit hatiku saat ini. Rasa rakitku bukan karena kamu tidak membalas perasaanku, bukan karena kamu tidak mencintaiku as I love you tapi karena kamu tidak mengakui kehadiranku.


Orang yang jatuh cinta diam – diam pada akhirnya hanya bisa merelakan. Orang yang jatuh cinta diam – diam pada akhirnya hanya bisa berdoakan semoga orang yang dia cintai dapat bahagia dengan pilihannya. Orang yang jatuh cinta diam – diam hanya bisa menyesali karena tidak pernah mengungkapkan apa yang dia rasakan. Pada akhirnya, sayang yang lebih besar, cinta yang lebih dulu tak ada apa-apanya jika dibandingkan rasa yang diungkapkan.

(source:  sebagian kata dari buku MMJ, blognya bang oka dan kata-kata melissa p.)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar