Rabu, 19 Juni 2013

She's Crying

Tangisnya pecah lagi kemarin dan itu tangis pertama yang gue dengar setelah 5 bulan yang lalu, tangis yang biasanya keluar dari dia biasanya penggambaran kalau saat itu dia benar-benar pada posisi not-fine. Dia temen gue yang bernama Kal dan dia salah satu sahabat cewek terbaik gue. Kal sebenarnya berada pada posisi yang menurut gue enak banget, dia dianugrahi kepintaran, cantik, sikap yang baik namun sayang dia seorang yang agak tertutup jika bersama dengan orang-orang yang tidak terlalu dekat dengannya. Gue mulai mengenalnya semenjak duduk di bangku sekolah mengengah pertama, bukan dia bukan anak yang satu sekolah sama gue kok, dia temen nongkrong gue.

Kemarin dia bercerita tentang dunianya, tentang apapun yang menurut dia kenangan yang indah selama berada di Indonesia. Yap, sahabat gue satu ini mau ngelanjutin kuliahnya diluar dan katanya sih gak balik tapi entahlah gue gak tau tentang masa depan. Dia bercerita tentang Promnight yang diadakan oleh sekolahnya, dia bercerita dia ditembak dengan dua orang temannya diacara tersebut namun tak ada satupun yang diterimanya. Saat dia mulai bercerita tentang keluarga dan seseorang yang dia cintai tangisnya perlahan-lahan mulai turun (gue skype’an di facebook). Dia bercerita bahwa dia menyukai seseorang yang dikenalnya satu bulan belakangan ini, Kal bilang orang tersebut dapat membuatnya nyaman dan selalu tersenyum saat membaca chatnya. Tapi apa daya Kal bilang perasaannya itu Cuma bertepuk sebelah tangan, orang yang disukainya itu menyukai orang lain dan dia dengan sangat yakin bahwa orang itu bukan dia padahal seseorang ini adalah alasan dari Kal selalu menolak orang lain yang menyukainya. Gue sempat heran pertama-tamanya nih anak kenapa bisa nangis gini, padahal sewaktu dia putus dengan mantannya dia tidak menangis.


Kadangkala seorang putri-pun juga bisa tidak mendapatkan apa yang dia mau. Kita boleh berjuang mengejar apa yang kita inginkan tapi kita harus berfikir realistis apakah yang kita inginkan tersebut dapat kita raih atau tidak. Walau hati tidak bisa dipaksakan tapi hendaklah kita menghargai perasaan orang lain yang mempunyai rasa pada kita, jangan menolak mereka secara utuh. Karma does exist.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar