Selasa, 27 Desember 2011

Unrequited Love

Unrequited Love atau in Indonesian'nya Cinta Yang Tak Terbalaskan itu sama dengan SUCK, kenapa ? mungkin sebagian dari kalian punya jawaban sendiri sendiri. Tapi buat gue, unrequited love itu sh*t abis. 

Gue, lo atau mungkin mereka mungkin pernah ngerasain posisi unrequited love. Di dalam buku Marmut Merah Jambu (MMJ) karya Raditya Dika disitu ada 2 bab yang nyeritain kisah unrequited love'nya dia sama temen SMA'nya dia yang disensor namanya menjadi "Ina", di bab "Pertemuan Akhir Dengan Ina Mangunkusumo" di situlah dia mendeskripsikan rasa cintanya yang selama 7 tahun gak pernah terbalaskan oleh Ina. Sampai ada satu petikan Quotes yang dia ambil dari buku karya Charlie Brown yang bertuliskan "Saat cinta tak terbalaskan, rasa selai kacang bisa berubah menjadi taik". Sangat mengenaskan memang, tapi memang begitulah adanya.



Mungkin sebagian orang punya pemikiran bahwa "Cinta putus satu tumbuh yang lain" atau ada yang teatap semangangat seperti di lagu Endank Soekamti - Semoga Kau Dineraka "Dan tak ada air mata, semua sirna tak tersisa, semoga kau dineraka bersamanya, semua harus kurelakan untuk apa kusesalkan, putus 3 cintaku tumbuh sejuta" . Ya itu cuma lirik emang, tapi itu adalah gambaran bahwa sakit emang kalau cinta tak terbalas.



Gue sendiri pernah ngalamin "unrequited love moment", gue kenal dia udah cukup dekat (dulu) dan udah cukup lama sekitar 5 tahun. Dia adalah satu satunya "unrequited love" gue. Gak usah disebutin orangnya pasti udah nyadar sendiri. Dulu gue sering smsan sama dia dan dia adalah mantannya sahabat gue. Sampai akhirnya pada saat kelas 9 beberapa bulan sebelum perpisahan kelas ke Bali gue gak sengaja keceplosan kalo gue suka sama dia *pentokin pala gue ke tembok*. Ya gue keceplosan dan karena keceplosan itu dia akhirnya menjauh dari gue. Gue sadar gue gak bisa nyatu sama dia, dia udah punya pacar dan dia hanya nganggep gue temen. Sakit dia gak nganggep dan menjauh dari gue setelah itu lebih sakit daripada liat dia berduaan sama pacarnya. Sampai sekarang temen deket gue kadang kadang masih sering ngeledekin gue dengan masalah ini, tapi gue cuma bisa ngejawab "buat apa memperjuangkan sesuatu yang akhirnya lo sendiri sadar gak akan pernah bisa buat ngedapetinnya". And karena banyaknya sakit yang menumpuk dihati hingga akhirnya menyebabkan luka yang gak akan bisa diobatin dengan sadar gue melupakan dia. Sama sekali gak ada rasa sama dia sekarang, sama sekali gak ada penyesaan walaupun itu "unrequited love", sama sekali gue gak pernah nyesel karena gue udah milih dia walaupun dia gak bisa membalas lebih.



Orang yang cintanya tak terbalas pada akhirnya hanya bisa merelakan
Orang yang cintanya tak terbalas pada akhirnya hanya bisa mendoakan semoga orang yang dia cintai bisa mendapatkan seseorang yang lebih baik dari dia
Orang yang cintanya tak terbalas pada akhirnya gak akan pernah menyesalai walaupun dia tak bisa menjadi "the one" karena itu akan membuat mereka tak akan mengulangi hal yang sama di kemudian hari




Pesan gue buat dia cuma satu : terimakasih telah membuat gue tidak bisa merasakan manisnya selai kacang selama beberapa tahun ini ..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar