Selasa, 22 Januari 2013

Saat Pilihan Tidak Memberimu Harapan

Hari ini gue mau ajak kalian merenung, masih bertemakan cinta karena hanya cinta yang bisa membuat hati sepasang manusia berbunga bunga ataupun patah

Let's starting this story.

Pernakah anda dihadapkan dengan kenyataan jika anda saling mencintai dengan pasangan anda namun takdir berkata lain bahwa anda tidak pernah bersatu? Mungkin iya, mungkin juga tidak. Mereka saling mencinta tapi mereka tidak bisa bersama, mereka saling menyayangi tapi tidak bisa bersatu, mereka saling percaya tapi mungkin Tuhan punya rencana lain.

Dea, dia seorang remaja yang sedang beranjak dewasa mengisi masa remajanya dengan penuh suka cita, riang gembira dan indah. Namun, tiba - tiba suatu hari dia merasakan sesuatu yang dia sendiri tidak tahu apa yang dia rasakan. Dia selalu terngiang - ngiang akan wajah seseorang. Tak lama kemudian dia sadar, ya dia sedang jatuh cinta.

Rama, seorang remaja pandai yang tidak percaya akan cinta, baginya cinta itu hanya omong kosong karena dia pernah tersakiti oleh orang yang dia cinta. Namun suatu hari dia termakan oleh omong kosongnya sendiri, dia benar - benar merasakan jatuh cinta pada seorang gadis dan dia percaya gadis itu tidak akan menyakitinya seperti orang terdahulu yang membuatnya tidak percaya lagi akan makna cinta.

Dea dan Rama mereka saling mencintai tapi saat itu mereka tidak sadar bahwa tembok yang mengalangi mereka terlalu tinggi, terlalu kokoh untuk dihancurkan dan terlalu tinggi untuk dipanjat. Namun karena mereka yakin mereka tidak memperdulikan tembok tersebut. Dea adalah seorang Muslim walaupun tidak terlalu taat tapi dia sesekali masih mengerjakan Sholat, masih sanggup membaca Al-Qur'an dan selalu berpuasa di bulan ramadhan, sedangkan Rama adalah seorang anak yang dibesarkan dalam keluarga Katholik yang taat dan mereka berduapun beda etnis. Tapi mereka tidak memperdulikan itu semua, karena mereka bisa menghormati satu sama lain.

Masalah mulai bermunculan saat Rama graduated dari SMA, dia melanjutkan study'nya ke salah satu Universitas Negri Favorit di Jakarta sedangkan Dea tetap berada di Malang dan hanya bisa melepas rindu jika Rama pulang ataupun jika Dea sedang ada acara keluarga atau liburan di Jakarta. Hari demi hari mereka lalui hingga memasuki 1st anniversary dan mereka terjebak dalam suatu pembicaraan yang membuat mereka harus memilih.

Dea: Kamu sadar gak kalau hubungan kita ini sudah di titik jenuh?
Rama : Kenapa kamu berbicara begitu?
Dea: We are lost in sin
Rama : Apanya yang dosa?
Dea: Kita sudah membohongi hati kita masing - masing
Rama : Maksud kamu?
Dea: Kita ini udah terjebak dosa, kita ini udah terlalu jauh
Rama : Dosa apanya, aku gak pernah ngapa - ngapain kamu?
Dea: Emang, tapi kita sudah bohong sama diri kita masing - masing. Kita sudah tahu dari awal kalau kita gak akan pernah bisa mendapatkan senyuman di akhir hubungan ini. Kita itu beda, ini semua gak bisa dilanjutin. *berbicara dengan sedikit emosi*
Rama: Tapi aku sayang kamu *dengan nada pelan*
Dea: Aku juga sayang kamu, tapi kenapa Tuhan takdirin kita sekarang saling mencintai kalau Dia tahu akhirnya kita gak akan bersama? *kemudian air mata turun dari kelopak matanya*
Rama: Takdir itu emang dari Tuhan tapi kita manusia masi bisa berusaha untuk merubahnya sayang *kemudian memeluk Dea*
Dea: *speechless dan tetap menangis*
Rama: Jadi kamu mau apa? Lanjutkan semua ini atau akhiri saja disini?
Dea: Lanjutkan saja, Tuhan sudah terlanjur mempertemukan kita


Dea dan Rama hanya segelintir orang yang merasakan cinta mereka tidak dapat bersatu di akhir hanya karena perbedaan agama dan perbedaan etnis, masih banyak orang diluar sana yang merasakan pahitnya cinta lebih kejam daripada Dea dan Rama rasakan, jadi untuk kalian yang sekarang mempunyai pasangan yang beragama sama dan beretnis sama bersyukurlah karena tidak ada alasan lain yang dapat memisahkan kalian selain "Keegoisan" diri kalian masing - masing.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar